Jumat, 15 Juli 2016

ACTIVITY BASED COSTING (ABC) DAN ACTIVITY BASED MANAGEMENT (ABM)


A.     Pengertian Activity Based Costing ( ABC )
Sebelum mengetahui apa itu yang dimaksud dengan Activity Based Costing (ABC), telebih dahulu kita mengenal istilah-istilah yang disebut dengan aktivitas, sumber daya, objek biaya, cost poll, elemen biaya, dan cost driver.
Aktivitas merupakan tindakan, gerakan, atau rangkaian dari suatu pekerjaan yang dilakukan. Aktivitas juga dapat diartikan sebagai kumpulan dari tindakan yang dilakukan dalam organisasi yang berguna untuk tujuan penentuan biaya berdasarkan aktivitas yang ada. Misalnya pemindahan bahan merupakan suatu aktivitas dari pergudangan.
Sumber daya merupakan unsur yang dibebankan atau yang digunakan dalam pelaksaan suatu aktivitas. Misalnya : gaji dan bahan merupakan sumber daya yang digunakan untuk melakukan suatu aktivitas.
Objek biaya merupakan bentuk akhir dimana pengukuran biaya itu diperlukan. Misalnya, pelanggan, produk, jasa, kontrak , atau unit kerja lainnya dimana manajemen menginginkan pengukuran biaya secara terpisah merupakan objek biaya.
Elemen biaya merupakan jumlah yang dibayarkan untuk sumber daya yang dikonsumsi aktvitas dan yang terkandung di dalam cost poll. Misalnya untuk hal-hal yang berkaitan dengan mesin mungkin mengandung elemen biaya untuk tenaga, elemen biaya teknik, dan elemen biaya depresiasi.
Cost driver merupakan faktor-faktor yang menyebabkan perubahan biaya aktivitas, juga merupakan faktor yang dapat diukur yang dapat digunakan untuk membebankan biaya ke aktivitas dan dari aktivitas ke aktivitas lainnya, produk atau jasa. Ada dua jenis cost driver, yaitu :
1.      Driver sumber daya adalah ukuran kuantitas sumber daya yang dikonsumsi oleh aktivitas. Driver sumber daya ini digunakan untuk membebankan biaya sumber daya yang dikonsumsi oleh aktivitas ke cost poll tertentu. Contohnya adalah presentase dari luas total yang digunakan oleh suatu aktivitas.
2.      Driver aktivitas adalah ukuran frekuensi dan intensitas permintaan terhadap suatu aktivitas terhadap objek biaya. Driver aktivitas digunakan untu membebankan biaya dari cost poll ke objek biaya. Contohnya, jumlah suku cadang yang berbeda yang digunakan dalam produk akhir untuk mengukur konsumsi aktivitas penanganan bahan untuk setiap produk.
Activity Based  Costing adalah metode pembebanan aktivitas-aktivitas berdasarkan besarnya pemakaian sumber daya, dan membebankan biaya pada objek biaya, seperti produk atau pelanggan, berdasarkan besarnya aktivitas, serta untuk mengukur biaya dan kinerja dari aktivitas yang terkait dengan proses dan objek biaya.
Pengertian mendasar dari sistem ABC adalah adanya analisa terhadap keseluruhan aktivitas-aktivitas yang bertujuan untuk mengidentifikasi adanya hal-hal sebagai berikut :
1.      Aktivitas yang ada dalam tiap-tiap dapartemen dan sebab timbulnya aktivitas
2.      Dalam kondisi yang bagaimana setiap aktivitas tersebut dilaksanakan.
3.      Bagaimana frekuensi masing-masing aktivitas dalam pelaksanaannya.
4.      Sumber-sumber yang dikonsumsi untuk melakasanakan masing-masing aktivitas.
5.      Faktor-faktor apa yang menjadi penyebab timbulnya aktivitas tersebut atau pembenahan atas sumber daya yang dimiliki perusahaan.
            Dalam Activity Based Costing (ABC) semua biaya dibebankan ke produk yang menimbulkan aktivitas atau apabila ada alasan yang mendasar bahwa biaya tersebut dipengaruhi oleh produk yang dibuat, baik biaya produksi, maupun biaya non-produksi.          
            ABC atau penentu harga pokok produk berbasis aktivitas merupakan sistem informasi tentang pekerjaan atau kegiatan yang mengkonsumsi sumber daya dan menghasilkan nilai bagi konsumen. Defenisi lain ABC adalah suatu informasi yang dapat menyajikan secara akurat dan tepat waktu mnegenai pekerjaan atau aktvitas yang mengkonsumsi sumber biaya aktivitas untuk mencapai tujuan pekerjaan produk dan pelanggan. ABC dirancang untuk mengukur harga pokok produk melalui aktivitas-aktivitas. Biaya-biaya akan diukur dari aktivitas ke produk berdasarkan permintaan tiap-tiap produk terhadap aktivitas selama proses produksi, sehingga biaya yang timbul masing-masing jenis produk akan terlihat lebih jelas. Sistem tersebut menerapkan sistem akuntansi aktivitas untuk menghasilkan perhitungan harga pokok produk yang lebih akurat.
B.     Alokasi Biaya
Secara tradisional, akuntan membebankan biaya kepada produk hanya berpedoman pada banyak sedikitnya jumlah unit yang dihasilkan sebagai satu-satunya faktor yang menyebabkan biaya dan aktivitas muncul. Akuntan menggunakan volume related cost driver untuk membebankan biaya. Setelah ditelusuri ternyata beberapa biaya dan aktivitas yang muncul bukan dipicu oleh jumlah unit yang diproduksi sehingga tidak semua biaya overhead yang muncul dipicu oleh jumlah unit yang diproduksi. Dalam hal ini akuntan harus mengetahui dasar apa yang bisa digunakan untuk mengalokasikan biaya atas aktivitas dan mengetahui cost driver yang rasional (Cost Driver merupakan faktor-faktor yang menimbulkan timbulnya biaya).
            Dalam ABC, proses identifikasi aktivitas merupakan salah satu bagian yang penting dari tahapan tahapan pembbebanan biaya overhead pabrik. Tahap pertama pada identifikasi aktivitas, aktivitas yang luas dikelompokkan ke dalam 4 kategori aktivitas, yaitu :
1.      Unit Level Activities
Berupa aktivitas atau kegiatan yang dilakukan yang dilakukan sekali untuk setiap unit sehingga biaya produk yang berhubungan dengan aktivitas yang dibebankan berdasarkan jumlah unit yang diproduksi. Misalnya : jam tenaga kerja langsung. Semakin banyak jumlah unit yang diproduksi maka semakin  banyak juga tenaga kerja langsung dibutuhkan.
2.      Bacth Level Activity
Yaitu berupa ativitas atau kegiatan yang dilakukan untuk mendukung produksi sejumlah order tertentu (batch). Aktivitas ini dilakukan sekali untuk setiap batch sehingga biaya produksi yang berhubungan dengan aktivitas ini dibebankan berdasrkan jumlah batch yang diproduksi misalnya : biaya set-up mesin. Semakin banyak unit yang diproduksi tidak mempengaruhi biaya pada aktivitas set-up, tetapi semakin sering set-up dilakukan maka semakin besar pula biaya set-up mesin
3.      Product Sustaining Activities
Berupa aktivitas atau kegiatan yang dilakukan untuk mempertahankan eksistensi suatu produk, pemeliharaan produk, pengembangan produk dan inovasi produk. Beban biaya yang terjadi pada aktivitas ini dapat ditelusuri pada setiap jenis produk yang dihasilkan, tetapi sumber daya yang dikonsumsi tidak tergantung pada jumlah unit ataupun batch dari produk yang dihasilkan perusahaan. Semakin banyak jenis produk yang dihasilkan maka semakin sering aktivitas ini dilakukan sehingga semakin besar biaya yang dibutuhkannya.
4.      Facility Sustaining Activities.
Berupa aktivitas atau kegiatan yang dilakukan untuk mempertahankan eksistensi perusahaan, seperti pemasaran, sumber daya manusia, pengembangan sistem, pemeliharaan fasilitas dan lain-lain. Tetapi aktivitas ini tidak berhubungan dengan jumlah produk, batch maupun jenis produk.
Sedangkan pada saat melakukan pembebanan biaya dari tiap kelompok tersebut, biaya yang muncul tersebut diklasifikasikan sesuai dengan kelompok aktivitasnya, sehingga dalam membebankan biaya sistem ABC dapat digambarkan dengan dua tahapan, yaitu :
1.      Aktivitas yang dilakukan untuk memenuhi keinginan customer mengkonsumsi sumber daya dalam sejumlah uang tertentu.
2.      Biaya setiap sumber daya yang dikonsumsi oleh setiap aktivitas harus dibebankan objek biaya atas dasar unit aktivitas yang dikonsumsi oleh objek biaya itu sendiri.

C.     Konsep Dasar Sistem ABC
Ada dua asumsi yang penting yang mendasari metode ABC, yaitu :
1.      Aktivitas-aktivitas yang menyebabkan timbulnya metode ABC bahwa sumber daya pembantu atau sumber daya tidak langsung menyediakan kemampuannya melaksanakan kegiatan bukan hanya penyebab timbulnya biaya.
2.      Produk atau pelanggan jasa produk menyebabkan timbulnya permintaan atas dasar aktivitas untuk membuat produk atau jasa yang diperlukan berbagai kegiatan yang menimbulkan sumber daya untuk melaksanakan aktivitas tersebut.
Asumsi tersebut diatas merupakan konsep dasar dari sistem activity Based Costing. Selanjutnya, karena adanya aktivitas akan menimbulkan biaya, maka untuk dapat menjalankan usahanya secara efisien, perusahaan harus dapat mengelola aktivitasnya. Dalam hubungannya dengan biaya produk maka biaya yang dikonsumsi untuk menghasilkan produk adalah biaya-biaya untuk aktivitas merancang, merekayasa, memproduksi, menjual dan memberikan pelayanan produk.
D.     Perbedaan Tradisional (Job Order Costing) dan ABC
Perusahaan yang menggunakan ABC adalah perusahaan yang memproduksi berbagai jenis barang seperti dalam perusahaan yang menggunakan job order costing. Sistem job order costing disebut sistem tradisional dan ABC adalah :
No
Tradisional (Job Order Costing)
ABC
1
Semua produk dibebani biaya produksi, meskipun produk tertentu tidak mengkonsumsi biaya produksi tersebut
Tarif BOP ditentukan didepan berdasarkan biaya yang dianggarkan atau tingkatan aktivitas yang diharapkan.
2
Biaya non produksi seperti biaya administrasi dan pemasaran tidak dibebankan ke produk tertentu, meskipun biaya tersebut muncul karena memproduksi produk tertentu tersebut
Beberapa biaya produksi dikeluarkan atau tidak dimasukkan sebagai biaya produksi barang tertentu, jika biaya produksi tersebut muncul bukan karena memproduksi barang tertentu tersebut atau dengan kata lain, biaya produksi barang tertentu hanya dibebani biaya yang timbul karena memproduksi barang tersebut
3
Biaya produksi selain bahan baku dan tenaga kerja langsung dijadikan satu kelompok BOP dengan satu ukuran, umumnya diukur berdasarkan jam kerja tenaga kerja langsung atau jam kerja mesin
Terdapat lebih dari satu poll atau kelompok biaya yang tidak dapat ditelusuri (BOP, administrasi, pemasaran), dimana masing-masing kelompok biaya mempunyai ukuran aktivitas tersendiri, sehingga mempunyai tarif tersendiri
4
Tarif BOP ditentukan didepan berdasarkan biaya yang dianggarkan atau tingkatan aktivitas yang diharapkan
Tarif alokasi biaya didasarkan pada tingkat aktivitas sesungguhnya, bukan aktivitas yang dianggarkan ataupun diharapkan.

E.     Tahap Menerapkan ABC
1.      Mengidentifikasi dan menentukan aktivitas untuk menjual barang tertentu dan menentukan kelompok-kelompok aktivitsas. Misalnya aktivitas produksi, dikelompokkan menjadi kelompok biaya tembahan gaji tenaga kerja langsung, kelompok biaya produksi karena berlalunya waktu, kelompok biaya produksi yang dibebankan berdasarkan cash Basis. Aktivitas pemasaran, dikelompokkan menjadi kelompok biaya gaji, kelompok biaya pengiriman, kelompok biaya iklan.
2.      Jika memungkinkan menulusuri semua biaya BOP, biaya administrasi, dan biaya pemasaran ke barang tertentu, jika tidak mungkin ke barang tertentu, maka kelompok aktivitas tertentu.  Gaji mandor, total Rp. 160.000, dimana Rp 100.000 khusus terjadi akibat mengerjakan pesanan jaket.
3.      Menghitung tarif alokasi untuk setiap kelompok biaya, jika memungkinkan berdasarkan cost driver (ukuran aktivitas penyebab munculnya biaya) untuk setiap biaya.
4.      Membebankan dan mengalokasikan biaya yang tidak dapat ditelusuri (BOP, administrasi, pemasaran), ke semua barang yang diproduksi dengan menggunakan tarif yang telah dihitung.
5.      Menyusun laporan biaya sistem ABC.

F.      Manfaat ABC
Manfaat yang dihasilkan oleh perusahaan yang menerapkan ABC adalah :
a.       Memperbaiki mutu pengambilan keputusan.
Kemampuan ABC menghasilkan informasi biaya produksi yang lebih teliti dapat mengurangi kemungkinan manajemen melakukan pengambilan keputusan yang salah. Informasi biaya produksi yang lebih teliti sangat penting bagi manajemen jika perusahaan menghadapi persaingan yang sangat tajam.
b.      Memungkinkan manajemen melakukan perbaikan terus menerus terhadap kegiatan untuk mengurangi biaya overhead.
ABC mengidentifikasi biaya overhead dengan kegiatan yang menimbulkan biaya tersebut. Dengan demikian informasi biaya yang dihasilkan oleh ABC dapat digunakan oleh manajemen untuk memantau secara terus menerus berbagai kegiatan yang digunakan oleh perusahaan untuk menghasilkan produk dan melayani konsumen. Perbaikan berbagai kegiatan untuk menghasilkan produk dan penghilangan kegiatan yang tidak bernilai tambah bagi konsumen dapat dipertimbangkan oleh manajemen berdasarkan informasi biaya yang disajikan dengan ABC
c.       Memberikan kemudahan dalam penentuan biaya relevan.
ABC menyediakan informasi biaya yang dihubungkan dengan berbagai kegiatan untuk menghasilkan produk, sehingga manajemen akan memperoleh kemudahan dalam mendapatkan infomasi yang relevan dalam pengambilan keputusan yang menyangkut berbagai kegiatan bisnis mereka. Jika misalnya menajemen mempertimbangkan untuk melakukan perbaikan dalam kegiatan set-up fasilitas produksi, ABC mampu dengan cepat menyediakan informasi batch related activities cost sehingga memungkikan manajemen mempertimbangkan akibat keputusan mereka terhadap konsumsi sumber daya untuk kegiatan tersebut.
G.    Tujuan dan Peranan ABC
Tujuan ABC digunakan untuk meningkatkan akurasi analisi biaya dengan memperbaiki cara penulusuran biaya ke objek biaya. ABC digunakan juga untuk berbagai objek biaya yang berbeda yaitu produk secara individual, kelompok prodeuk yang saling berhubungan dan pelanggan secara individual.
Abc juga sangat membantu perusahaan untuk dapat mengurangi distorsi yang disebabkan oleh sistem penentuan harga produk tradisional dan mendapatkan biaya produk yang lebih akurat. ABC juga menyediakan pandangan yang jelas tentang bagaimana perusahaan membedakan produk, jasa, dan aktivitas yang memberi kontribusi dalam jangka panjang.
Menurut Kamaruddin Ahmad mengatakan bahwa peranan dari sistem ABC :
1.      Pembebanan biaya tidak langsung dan biaya pendukung.
2.      Pembebanan biaya dan alokasi biaya : biaya langsung dan tak langsung.
Berdasarkan kutipan diatas dapat disimpulkan bahwa pembebanan biaya merupakan suatu proses pembebanan biaya ke dalam cost poll atau dari cost poll ke objek biaya. Biaya yang langsung dapat ditelusuri secara langsung ke biaya atau objek biaya secara mudah dapat dihubungkan secara ekonomi. Biaya yang tidak langsung tidak dapat ditelusuri secara mudah, dan bahkan sulit untuk dihubungkan secara ekonomi dari biaya atau cost poll ke cost poll atau objek biaya.
H.    Keunggulan Activity Based Costing
1.      Suatu pengkajian ABC dapat meyakinkan manajemen bahwa mereka harus mengambil sejumlah langkah untuk menjadi lebih kompetitif. Sebagai hasilnya mereka dapat berusaha untuk meningkatkan mutu sambil secara simultan memfokus mengurangi biaya. Analisis biaya dapat menyoroti bagaimana benar-benar mahalnya biaya manufacturing, yang pada akhirnya dapat memicu aktivitas untuk mereorganisasi proses memperbaiki mutu dan mengurangi biaya.
2.      ABC dapat membantu dalam pengambilan keputusan.
3.      Manajemen akan berada dalam suatu posisi untuk melakukan penawaran kompetitif yang lebih wajar.
4.      Dengan analaisis biaya yang diperbaiki, manajemen dapat melakukan analaisis yang lebih akurat mengenai volume yang dilakukan untuk mencari breakevent atas produk yang bervolume rendah.
5.      Melalui analisis data biaya dan pola konsumsi sumber daya, manajemen dapat mulai merekayasa kembali proses manufcturing untuk mencapai pola keluaran mutu yang lebih efisien dan lebih tinggi.
I.       Kelemahan Acitivity Based Costing
1.      Alokasi, beberapa biaya yang dialokasikan secara sembarangan, karena sulitnya menemukan aktivitas biaya tersebut. Contoh : pembersihan pabrik dan pengelolaan proses produksi.
2.      Mengabaikan biaya, biaya tertentu yang diabaikan dari analisis. Contoh : iklan, riset, dan sebagainya.
3.      Pengeluaran dan waktu yang dikonsumsi, disamping memerlukan biaya yang mahal juga.
Berdasarkan kutipan diatas, dapat disimpulkan bahwa  ABC memiliki kelemahan yaitu pengalokasian biaya yang secara sembarangan, pengabaiyan biaya, dan memerlukan biaya yang mahal dan juga waktu yang cukup lama.

J.      Pengertian ABM.
Activity Based Managenent (ABM) merupakan suatu konsep yang mengerahkan perhatian pada konsumsi sumber daya terhadap aktivitas yang dilakukan oleh suatu perusahaan, sehingga untuk dapat mengetahui bagaimana suatu perusahaan menggunakan sumber dayanya, maka terlebih dahulu haruslah dipahami mengenai aktivitas-aktivtas apa sajakah yang telah terjadi didalam perusahaan tersebut. Aktivitas-aktivitas tersebut merupakan aktivitas yang telah mengkonsumsi sumber daya melalui pengidentifikasian pemicu biayanya dimana biaya-biaya ini timbul karena dilaksanakannya aktivitas-aktivitas tersebut.
Pengertian dan pemahaman yang baik mengenai berbagai aktivitas yang telah dilaksanakan akan dapat memberikan pandangan yang baik tentang bagaimana menggunakan, mengelola, dan mengendalikan sumber daya perusahaan, dan dapat pula digunakan untuk mengetahui peluang  yang ada untuk meningkatkan kinerja perusahaan serta memberi pedoman yang baik untuk menilai kinerja tersebut dalam rangka untuk mendukung perbaikan berkesinambungan.
Activity Based Management merupakan pendekatan yang terintegrasi yang memfokuskan perhatian manajemen pada aktivitas yang bertujuan untuk meningkatkan nilai yang diterima oleh pelanggan dan meningkatkan laba perusahaan melalau penyediaan nilai pelanggan tersebut dengan menggunakan informasi yang diperoleh dari Activity Based System, dimana antara ABM dan ABC saling berkaitan satu sama lain.
K.     Dimensi Activity Based Management
Manajemen berdasarkan aktivitas memiliki dua dimensi yaitu sebagai berikut :
a.       Dimensi biaya (cost dimension)
memberikan informasi biaya mengenai sumberdaya, aktivitas, produk dan pelanggan (serta biaya-biaya lain yang diperlukan), dimana biaya-biaya sumber daya dapat ditelusuri ke aktivitas-aktivitas dan kemudian di aktivitas tersebut dibebankan ke pelanggan. Dengan demikian, dimensi ini merefleksikan kebutuhan untuk membagi sumber daya biaya terhadap aktivitas dan biaya aktivitas terhadap objek biaya seperti pelanggan dan produk agar dapat menganalisis keputusan critical. Keputusan tersebut termasuk penetapan harga, pengadaan produk dan penetapan prioritas untuk usaha perbaikan.
b.      Dimensi Proses (process dimension)
Memberikan informasi mengenai aktivitas apa saja yang dilaksanakan, mengapa aktivitas tersebut dilaksanakan dan seberapa baik pelaksanaannya. Dimensi ini menjelaskan mengenai akuntansi pertanggungjawaban berdasarkan aktivitas dan lebih memfokuskan pertanggung jawaban aktivitas bukan pada biaya, dan menekankan pada maksimalisasi kinerja sistem secara menyeluruh bukan pada kinerja secara individu. Dengan demikian dimensi ini merefleksikan kebutuhan untuk suatu kategori informasi yang baru mengenai kinerja aktivitas. Informasi ini menunjukkan apa yang menyebabkan pemicu biaya dan bagaimana pengukuran kinerjanya.
L.     Faktor-faktor yang mendukung keberhasilan penerapan Activity Based Management
Adapun faktor-faktornya yakni :
1.      Budaya organisasi
Mencerminkan kerangka berfikir dari karyawan termasuk perilaku, nilai, keyakinan yang dianut karyawan. Budaya organisasi menunjukkan keterlibatan, kerja sama, serta partisipasi yang tinggi dari seluruh karyawan. Budaya organisasi sangatlah mendukung keberhasilan dari penerapan ABM di suatu organisasi.
2.      Top Management Support and Commitment
Penerapan suatu sitem manajemen biaya yang baru seperti ABM dan ABC membutuhkan waktu dan sumber daya, oleh karena itu dukungan dan peran serta top manajer sangatlah diperlukan untuk keberhasilan penerapannya
3.      Change Process
Perubahan bisa terjadi apabila diterapkannya suatu proses yang sudah dirancang menghasilkan perubahan tersebut. Perbaikan dari proses yang sudah ada sangatlah mendukung keberhasilan penerapannya. Elemen-elemen dari proses diantaranya daftar dari aktivitas, sekumpulan tujuan, dan tingkatan lanjutan.
4.      Continuing Education
Memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengikuti pelatihan serta meningkatkan keahlian mereka terhadap lingkungan kerja yang cepat sangatlah penting. Keberhasilan penerapan dari program manajemen biaya yang baru membutuhkan keahlian, peran serta dan kerjasama dari karyawan suatu organisasi.
M.   ABM operasional dan ABM strategis
Cooper dan Kaplan mengelompokkan penerapan ABM kedalam 2 kategori :
1.      ABM Operasional
ABM operasional meningkatkan efisiensi koperasi dan tingkat penggunaan aset serta menurunkan biaya fokusnya adalah melakukan sesuatu dengan benar dan melakukan aktivitas dengan lebih efisien. Penerapan ABM operasional menggunakan teknik manajemen seperti aktivitas manajemen, proses rekayasa ulang bisnis, manajemen mutu total dan pengukuran kinerja.
2.      ABM Strategis berusaha meningkatkan permintaan akan aktivitas dan profitabilitas pada efisiensi aktivitas saat ini atau efisiensi yang telah ditingkatkan. ABM strategis berfokus pada pemilihan aktivitas yang tepat untuk operasi. Dengan menggunakan ABM Strategis, perusahaan meningkatkan profitabilitas melalui pengurangan aktivitas yang tidak menunguntungkan, penghilangan aktivitas yang tidak penting dan pemilihan pelanggan yang paling menguntungkan. Penerapa ABM strategis menggunakan teknik manajemen seperti perancangan proses, bauran dini produk pelanggan, hubungan dengan pemasok, hubungan dengan pelanggan (penetapan harga, ukuran pesanan, pengiriman, pengamasan, dsb), segmentasi pasar dan saluran distribusi.




Soal dan Jawaban
1.      PT Baju memproduksi 2 produk yaitu produk polos dan produk bercorak. Produk PT Baju yang bercorak diproduksi dalam jumlah yang sama dan biaya yang sama dengan produk polos. Kedua-duanya bervolume tinggi. PT Baju melakukan :
a.       40 persiapan untuk setiap produk dan mengeluarkan biaya persiapan sebesar Rp. 900.000 dengan rata-rata sebesar Rp 22.500/persiapan
b.      20 perubahan desain untuk setiap produk dan menegluarkan biaya perubahan desain sebesar Rp.700.000 dengan rata-rata sebesar Rp.35.000
c.       Menggunakan 160.000 jam tenaga kerja langsung dan mengeluarkan biaya overhead lain-lain sebesar Rp.3.200.000 dengan rata-rata sebesar 20 jam tenaga kerja langsung.
Jawab :
Data produksi terakhir PT Baju :
PT BAJU
Ikhtisar dari Produksi Tahun Terakhir

Polos
Bercorak
Total
Unit yang diproduksi
100.000
50.000

Biaya bahan baku langsung
Per Unit
Rp 10
Rp 15

Total
Rp 1.000.000
Rp 750.000
Rp 1.750.000
Tenaga Kerja Langsung
Jam Per unit
1
2

Total Jam
80.000
80.000

Total Biaya
Rp. 1.600.000
Rp 1.600.000
Rp 1.750.000
Persiapan
20
20

Perubahan desain
10
10

Overhead
Biaya Tingkat Batch


Rp. 900.000
Biaya Tingkat Produk


Rp.700.000
Overhead lain-lain


Rp. 3.200.000
Total Overhead


Rp. 4.800.000



Rp. 9.750.000

Berdasarkan data diatas, direktur PT BAJU meminta manajer akuntansinya untuk menghitung berapa biaya per unit berdasarkan perhitungan system ABC !
PERHITUNGAN :
PERHITUNGAN BIAYA PRODUK BERDASARKAN AKTIVITAS (ABC)
PT BAJU
PERHITUNGAN BIAYA PRODUK BERDASARKAN AKTIVITAS
Tarif Overhead:
Biaya persiapan tingkat batch                              Rp. 900.000:40=Rp. 22.500/persiapan
Biaya per kali perubahan-tingkat produk           Rp. 700.000:20=Rp. 35.000/perubahan
Overhead lain-lain                                                  Rp. 3.200.000:160.000=Rp. 20/jam TKL


polos
Bercorak
Total
Bahan baku langsung
Rp. 1000.000
Rp. 750.000
Rp. 1.750.000
Tenaga Kerja Langsung
1.600.000
1.600.000
3.200.000
Overhead :
Persiapan : Rp.22.500x20
450.000


Persiapan: Rp.22.500x20

450.000
900.000
Perubahan desain Rp.35.000x10
350.000


Perubahan desain Rp35.000x10

350.000
700.000
TKL Rp.20x80.000 jam
1.600.000


TKL Rp.20x80.000 jam

1.600.000
3.200.000
Total biaya
Rp. 5.000.000
Rp. 4.750.000
Rp. 9.750.000
Unit yang diproduksi
100.000
50.000

Biaya per unit
Rp. 50
Rp. 95


2.      Pabrik sepatu maya menghasilkan produk, nike dan adidas dan menggunakan sitem penetapan biaya dimana semua biaya tidak langsung dikumpulkan di dalam suatu poll biaya dan dialokasikan berdasarkan pada jam mesin. Manajemen blaine memutuskan untuk menetapkan ABC karena studi tentang biaya mengungkapkan bahwa biaya umum berhubungan dengan aktivitas set up dan aktivitas desain, banyaknya set up dan banyaknya jam mesin desain merupakan pendorong aktivitas untuk kedua biaya tersebut dan jam mesin selanjutnya digunakan sebagai dasar untuk mengalokasikan biaya tidak langsung. Berikut ini informasi operasi tahun sekarang dari pabrik sepatu maya :


Nike
Adidas
Total
Unit yang diproduksi
800
17.000
17.800
Biaya bahan langsung
Per unit
Rp.250
Rp.50

Total
Rp.200.000
Rp.850.000
Rp.1.050.000
Biaya upah langsung
Rp.80.000
Rp.425.000
Rp.505.000
Jam desain
9.600
4.400
14.000
Setup
120
80
200
Jam mesin
5.000
45.000
50.000
Overhead
Desain


Rp.350.000
Setup


Rp.250.000
Lain-lain


Rp.1.200.000
Total overhead


Rp.1.450.000

Direktur pabrik sepatu maya meminta kepada bagian akuntansi :
Menghitung total biaya dan biaya per unit yang dilaporkan untuk kedua produk dengan sisttem perhitungan harga pokok ABC !

Perhitungan biaya produksi berdasarkan Sistem ABC
Pabrik sepatu ARHAN
Biaya produksi dengan sistem ABC
Tarif Overhead :
Desain : Rp.350.000 : 14.000 jam desain = Rp25/jam
Setup : Rp.250.000 : 200 Setup = 1.250 setup
Overhead lainnya : Rp.1.200.000 : 58.000 jam mesin = Rp 24 per jam mesin

Nike
Adidas
Total
Bahan Baku
Rp.200.000


Upah Langsung
Rp.80.000


Overhead :
Rp25x9600 jam desain
240.000


Rp25x4400 jam desain

110.000
350.000
Biaya setup
Rp.1.250x120 setup
150.000


RP.1.250x80 setup

100.000
250.000
Biaya lainnya
Rp 24x5000 jam mesin
120.000


Rp24x45.000 jam mesin

1.080.000
1.200.000
Total biaya
Rp.790.000
Rp.2.565.000
Rp.3.355.000
Unit yang diproduksi
800
17.000

Biaya per unit
Rp.987,50
Rp.150,88



3.      Apakan perbedaan metode plantwide, department specific rates dan ABC
Plantwide
Departement Specific Rates
ABC
Single-Tag-Costing
Two-Stage-Costing
Two-Stage-Costing
Menggunakan satu tarif dan dengan dasar pemicu biaya yang sama untuk semua departmen
Menggunakan tarif yang berbeda dimasing-masing departemen
Tarif yang digunakan bervariasi berdasarkan aktivitas yang dikonsumsi oleh pemicu biaya, bukan berdasarkan departemen
Biaya overhead dialokasikan secara proporsional terhadap volume output
Biaya overhead dialokasikan secara proporsional terhadap volume output
Pengalokasian biaya overhead tidak dikaitkan dengan volume output, tetapi dikaitkan dengan aktivitas yang digunakan

4.      Jelaskan bagaiman penerapan dalam Activity Based Management !
a.       ABM Operasional
ABM operasional meningkatkan efisiensi koperasi dan tingkat penggunaan aset serta menurunkan biaya fokusnya adalah melakukan sesuatu dengan benar dan melakukan aktivitas dengan lebih efisien. Penerapan ABM operasional menggunakan teknik manajemen seperti aktivitas manajemen, proses rekayasa ulang bisnis, manajemen mutu total dan pengukuran kinerja.
b.      ABM Strategis berusaha meningkatkan permintaan akan aktivitas dan profitabilitas pada efisiensi aktivitas saat ini atau efisiensi yang telah ditingkatkan. ABM strategis berfokus pada pemilihan aktivitas yang tepat untuk operasi. Dengan menggunakan ABM Strategis, perusahaan meningkatkan profitabilitas melalui pengurangan aktivitas yang tidak menunguntungkan, penghilangan aktivitas yang tidak penting dan pemilihan pelanggan yang paling menguntungkan. Penerapa ABM strategis menggunakan teknik manajemen seperti perancangan proses, bauran dini produk pelanggan, hubungan dengan pemasok, hubungan dengan pelanggan (penetapan harga, ukuran pesanan, pengiriman, pengamasan, dsb), segmentasi pasar dan saluran distribusi.
5.      Jelaskan perbedaan antara ABC dan ABM !
·         Activity Based  Costing ( ABC ) adalah metode pembebanan aktivitas-aktivitas berdasarkan besarnya pemakaian sumber daya, dan membebankan biaya pada objek biaya, seperti produk atau pelanggan, berdasarkan besarnya aktivitas, serta untuk mengukur biaya dan kinerja dari aktivitas yang terkait dengan proses dan objek biaya.

·         Activity Based Managenent (ABM) merupakan suatu konsep yang mengerahkan perhatian pada konsumsi sumber daya terhadap aktivitas yang dilakukan oleh suatu perusahaan, sehingga untuk dapat mengetahui bagaimana suatu perusahaan menggunakan sumber dayanya, maka terlebih dahulu haruslah dipahami mengenai aktivitas-aktivtas apa sajakah yang telah terjadi didalam perusahaan tersebut. Aktivitas-aktivitas tersebut merupakan aktivitas yang telah mengkonsumsi sumber daya melalui pengidentifikasian pemicu biayanya dimana biaya-biaya ini timbul karena dilaksanakannya aktivitas-aktivitas tersebut.


CONTH SOAL AKUNTANSI MANAJEMEN

Perhitungan COGS atau HPP usaha dagang ini rumusnya sederhana:

Harga Pokok Penjualan = Inventory Cost + Biaya Overhead 

Inventory Cost = Persediaan Awal + Pembelian - Persediaan Akhir

Pembelian = Pembelian + Ongkos Angkut - Potongan Harga - Pengembalian (return)
Contoh Kasus Perhitungan COGS 

UD Ali Sejahtera bergerak dibidang pedagang furniture di salah satu pusat perbelanjaan, pada awal bulan tanggal 01 Maret 2015 mempunyai persediaan furniture senilai 1.000.000.

Sepanjang bulan Maret 2015 UD Ali Sejahtera membeli persediaan barang dagangannya dari pengrajin furniture sebesar Rp 48.000.000 dengan ongkos kirim yang ditanggung sebesar Rp 1.000.000. 

Pada bulan yang sama, UD Ali Sejahtera mencatat transaksi penjualan sebanyak Rp 65.000.000.

Pada akhir periode bulan maret, tanggal 31 Maret 2015 terjadi beberapa aktivitas:

  • UD Ali Sejahtera membayar beban listrik sebesar Rp 350.000, 
  • Biaya Air PAM sebesar Rp 50.000, 
  • Membayar uang sewa lapak tenant sebesar Rp 10.000.000, 
  • Membayar gaji pegawai/penjaga toko sebesar Rp 800.000 
  • Membayar biaya ongkos kirim furniture antar ke pelanggan Rp 500.000

    Ketika dilakukan penghitungan fisik furniture, saldo akhir persediaan furniture diketahui hanya tersisa lemari kecil seharga Rp 300.000 saja.

    Permasalahan :
    1. Berapa HPP (COGS) UD Ali Sejahtera pada periode bulan Maret 2015?
    2. Berapa besaran Laba Kotor UD Ali Sejahtera pada bulan Maret 2015?
    Penyelesaian:

    1. Harga Pokok Penjualan (HPP)

    COGS = Inventory Cost + Biaya Overhead

    Inventory Cost = Persediaan Awal + Pembelian – Persediaan Akhir
    Inventory Cost = Rp 1.000.000 + (Rp 48.000.000 + Rp 1.000.000) - Rp 300.000
    Inventory Cost = Rp 49.700.000

    Biaya Overhead, mari kita pilah terlebih dahulu :
    • Listrik, apakah termasuk biaya overhead ? 
    Tidak termasuk, karena berapapun nominal yang dibayarkan untuk listrik tetap
    • Biaya Air PAM, apakah termasuk overhead ? 
    Tidak termasuk, alasannya sama, berapapun jumlah nominal yang dibayar untuk PDAM tetap
    • Sewa Tenant, apakah termasuk overhead ? 
    Tidak Termasuk, Alasannya juga sama
    • Gaji Penjaga Toko, apakah termasuk overhead ?
    Tidak Termasuk, alasannya sama, gaji penjaga toko berapapun jumlah yang dihasilkan, gajinya tetap sama.
    • Ongkos kirim furniture sampai ketempat pelanggan ?
    Ya, ini termasuk sebesar Rp 500.000
      Total Biaya Overhead dicatat sebesar Rp 500.000

      Jadi Harga Pokok Penjualan bisa kita hitung:

      COGS = Rp 49.700.000 + Rp 500.000
      COGS = Rp 50.200.000

      2. Laba Kotor Bulan Maret 2015

      Laba Kotor = Penjualan – Harga Pokok Penjualan
      Rp 65.000.000 - 50.200.000
      Rp 14.800.000

      Bagaimana, Tidak sulit bukan?

      Yap, pada umumnya tipe tipe contoh kasus yang sering kali kita temui memang semudah itu. tapi apakah pernah terpikirkan darimana asalnya saldo persediaan akhir senilai Rp 300.000 itu didapat?

      Ini dia kuncinya..!

      Penilaian Persediaan dan Penentuan Harga Pokok Penjualan


      Untuk menilai sebuah persediaan barang mungkin gampang - gampang susah.
      Dimana letak gampangnya ?
      Apabila jenis barang dagang tersebut memiliki sifat yang unik, artinya barang yang satu dengan barang yang lain berbeda baik itu dari harga, ukuran barang, kualitas, harga unitnya, tentu bisa dengan mudah kita memanagenya, apalagi barangnya berjumlah sedikit.

      Kita bisa tinggal pasang hanging tag atau sticker pada tiap tiap barang, spesifikasi dan harga unit ditiap tiap sticker.

      Lalu kemudian pada akhir periode kita bisa lakukan perhitungan fisik (physical count).

      Selesai sudah.. dalam akuntansi, ini biasanya diistilahkan dengan Physical Count Method

      Lalu diamana letak susahnya ?
      Bagaimana apabila barang dagangnya tunggal dan juga tidak unik.

      Karakter barang memiliki bentuk fisik yang sama, warnanya sama, bentuk dan ukurannya pun tak berbeda, kualitas barang relatif sama, yang dijual hanya barang itu saja dari waktu ke waktu,

      Akan tetapi harga beli berbeda, bervariasi. Harga jualnya pun tentu berbeda beda

      Lalu bagaimana cara menghitungnya ?

      Bagaimana cara dalam penentuan inventorynya?

      Bagaimana penentuan inventory costnya ?

      Lho bukannya harga beli sudah diketahui, harusnya bisa ditentukan besaran inventory costnya.  (?)

      Sekedar ilustrasi
      UD Ali Sejahtera pada tanggal 3 Januari memiliki stok lemari kecil sebanyak 5 buah dengan harga kulakan sebesar Rp 400.000 per lemari kecil

      Pada tangal 8 Januari kulakan lagi sebanyak 7 buah dengan harga Rp 450.000 per lemari kecil 

      Tanggal 10 Januari, UD Ali Sejahtera berhasil menjual sebanyak 11 lemari

      Lalu yang menjadi pertanyaan, Harus dihitung berapakah HPP nya?

      Rp 400.000  atau Rp 450.000 ?
      Ada yang penasaran , Apa sih itu Akuntansi Manajemen ? Nah mimin mau bagi bagi nih biar manfaat , Eitsssss... Jangan lupa dibaca jangan cuma di copast aja yaa Sob hehehee

      Pengertian Akuntansi Manajemen

      Akuntansi manajemen adalah sitem akuntansi yang tujuan utamanya adalah menyajikan laporan keuangan untuk kepentingan pihak internal perusahaan, seperti manajer keuangan, manajer produksi, manajer pemasaran, dan pihak internal lainnya.

      Informasi ini sangat berguna sebagai pedoman untuk mengambil kebijakan untuk masa yang akan datang berdasarkan data historis dari laporan keuangan.

      Pengertian Akuntansi Manajemen Menurut Para Ahli

      Akuntansi manajemen merupakan kegiatan yang menghasilkan informasi keuangan untuk manajemen sebagai dasar pengambilan keputusan dalam menjalankan fungsi manajemen (Halim dan Supomo)

      Akuntansi manajemen merupakan informasi keuangan dihasilkan oleh tipe akuntansi manajemen, yang dimanfaatkan oleh pemakai intern entitas (Mulyadi)

      Akuntansi manajemen adalah "proses identifikasi, pengukuran, akumulasi, analisis, penyusunan, interpretasi, dan komunikasi informasi yang digunakan oleh manajemen untuk merencanakan, mengevaluasi dan pengendalian dalam suatu entitas dan untuk memastikan sesuai dan akuntabilitas penggunaan sumber daya tersebut. Akuntansi manajemen juga meliputi penyusunan laporan keuangan untuk kelompok non-manajemen seperti pemegang saham, kreditur, badan pengatur dan otoritas pajak” (Chartered Institute of Management Accountants - CIMA)

      Akuntansi manajemen (Management Accounting) adalah proses identifikasi, pengukuran, akumulasi, analisa, penyiapan, penafsiran, dan komunikasi tentang informasi yang membantu masing-masing eksekutif untuk memenuhi tujuan organisasi (Charles T. Homgren)


      Perbedaan Akuntansi Manajemen dan Akuntansi Keuangan

      Seperti yang telah diutarakan ditas bahwa Akuntansi Manjemen ditujukan untuk kepentingan internal perusahaan sedang Akuntansi Keuangan sistem informasinya ditujukan untuk kepentingan eksternal perusahaan, seperti kreditor, pemerintah, para pemegang saham, pihak investor, dan pihak eksternal lainnya yang berkepentingan langsung terhadap data laporan keuangan perusahaan.

      Secara garis besar sistem informasi mengenai Akuntansi Keuangan menyajikan data secara garis besar sedangkan Akuntansi Manajemen sifatnya lebih detail dan terperinci Laporan diklasifikasikan berdasarkan departemen, wilayah pemasaran, dan produk.

      Pengertian, Fungsi, Tujuan, & Ruang Lingkup  Akuntansi Manajemen


      Fungsi, Tujuan & Ruang Lingkup Akuntansi Manajemen

      Fungsi, tujuan dan ruang lingkup utama akuntansi manajemen adalah menyajikan data-data atau informasi penting terkait berdasarkan data historis dalam rangka melaksanakan proses manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, dan penilaian kinerja.

      Manajer keuangan membutuhkan informasi terkait dengan aktifitas keuangan perusahaan seperti pendanaan modal kerja, beban biaya cost of fund terhadap sejumlah modal kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan, tingkat pengembalian investasi, tingkat pengembalian modal, rasio keuangan dan lainnya.

      Manajer Produksi membutuhkan data informasi mengenai rincian biaya Cost of good sold atau harga pokok produksi seperti total biaya produksi, biaya per unit produk, beban tenaga kerja langsung, serta biaya overhead lainnya yang secara langsung berperan dalam proses produksi.

      Manajer Pemasaran membutuhkan data informasi seluruh komponen biaya terkait dalam penetapan harga jual produk, penentuan sistem penjualan secara kredit atau tunai, beban komisi penjualan, marketing fee, serta informasi nilai discount untuk produk tertentu dalam rangka peningkatan volume penjualan.

      Pihak Top Manajemen membutuhkan informasi ini terkait pengambilan kebijakan strategis perusahaan misalnya dalam penyusunan anggaran, ekspansi usaha, diversifikasi produk, maupun kebijakan investasi lainnya. 

      Apa sih sebenarnya administrasi itu??

      APASIH SEBENARNYA ADMINISTRASI ITU?????

      Mungkin kita sering mendengar kata administrasi adalah istilah yang berkaitan dengan keuangan ataupun berhubungan dengan pembukuan dan catat­mencatat jika diartikan tersebut maka menjadi  jumbuh dengan manajemen dan mungkin juga menjadi sebuah pengertian administrasi secara sempit.  Namun disini saya akan sedikit mengupas kebenaran terkait dengan administrasi karena menurut saya banyak sekali calon mahasiswa yang masih awam terkait dengan istilah administrasi.
      Beberapa pendapat tentang pengertian administrasi :
       1. J.Wajong : adminsitrasi sama dengan pengendalian atau memerintah (to direct, to manage, bestaken, be wind voeren atau beheren) yang merupakan suatu proses yang  meliputi :
              a. merencanakan dan merumuskan kebijakan politik pemerintah (Formulation of Policy).
              b. Melaksanakan kebijakan politik yang telah ditetapkan oleh pemerintah dengan cara :
                 1. menyusun organisasi dengan menyiapkan alat­alat yang diperlukan. 
                 2. memimpin organisasi agar tercapai tujuan. 
        2. Prajudi Atmosudirdjo membagi administrasi atas :
                        a. Ilmu administrasi publik yang terdiri atas :
                            ● Ilmu Administrasi Negara Umum
                            ● Ilmu Administrasi Daerah
                            ● Ilmu Administrasi Negara Khusus b. Ilmu Administrasi Negara Privat yang terdiri dari : 
                            ● Ilmu Administrasi Niaga
                            ● Ilmu Administrasi Non­ Niaga.
       3. R.D.H.  Kusumaatmadja :  Administrasi  dalam  kehidupan  sehari­hari  terdiri dari dua arti :
          a. Dalam arti sempit : administrasi adalah kegiatan tulis meulis, catat mencatat dalam                       setiap kegiatan atau tata usaha.
          b. Dalam arti luas : administrasi adalah kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan                         terlebih dahulu. Dan jika diartikan secara luas maka istilah administrasi dapat disimpulkan suatu proses atau                         kerjasama yang dilakukan sekelompok orang berdasarkan pembagian kerja sebagian ditentukan                   dalam struktur dengan mendayahgunakan sumberdaya­sumberdaya untuk mencapai tujuan secara                 efektif dan efisien. Administrasi mempunyai beberapa proses yang terdiri dari sub proses yaitu:                         planning, organizing, staffing, directing, coordinating, dan controling. Di dalam administrasi                   diharuskan terdiri dari kelompok orang yang bekerjasama secara teratur sebagai suatu kesatuan dan                         harus berusaha untuk mencapai satu tujuan yang khas dan ruanglingkupnya sangat luas.

      Kamis, 10 September 2015

      Tips Mengerjakan Soal Tes Potensi Akademik (TPA)





      Tips Mengerjakan Soal Tes Potensi Akademik (TPA)


      Salam sukses untuk semuanya. Kali ini saya ingin share tips dan trik mengerjakan soal Tes Potensi Akademik (TPA). TPA ini secara umum sama semua, baik untuk SBMPTN, tes CPNS atau Psikotest, apalagi dalam SBMPTN, TPA menempati urutan porsi teratas yaitu 30% dari seluruh soal. TPA dibagi atas beberapa inti materi, yaitu:
      • Tes Analogi
      • Tes Logika
      • Tes Barisan
      • Tes Aritmatika
      • Tes Analisis
      • Tes Spasial




      Tes Potensi Akademik
      Tes Potensi Akademik

      1. Tes Analogi

      Dalam test ini, anda dituntut untuk bisa mengaitkan hubungan antar kata. Hubungan yang biasa keluar . Beberapa hubungan yang sering keluar:
      • Hubungan urutan: mana yang duluan dan mana yang setelahnya. Contoh: KERING terjadi setelah LEMBAB, GELAP terjadi setelah REMANG-REMANG
      • Hubungan definisi: Diterangkan menerangkan atau menerangkan diterangkan. Contoh: GURU bekerja di SEKOLAH, PETANI bekerja di LADANG
      • Hubungan ukuran. Contoh: SAMUDERA itu LAUT yang luas, BENUA itu PULAU yang luas
      • Hubungan golongan. Contoh: KUDA LAUT itu bukan sejenis KUDA, CACING bukan sejenis BELUT
      • Hubungan habitat. Contoh: IKAN hidupnya di AIR, GAJAH hidup di DARAT
      • Hubungan sebab akibat. Contoh: HAUS karena kurang AIR, LAPAR karena kurang MAKAN
      • Hubungan sifat. Contoh: MONTIR bekerja dengan menggunakan alat OBENG, PETANI menggunakan CANGKUL
      • Hubungan fungsi. Contoh: SENAPAN untuk BERBURU, PERANGKAP untuk MENANGKAP
      • Hubungan asosiasi. Contoh: Ada KULIT yang disusun SISIK, ada ATAP yang disusun GENTENG

      2. Tes Logika

      Dalam test ini kita biasanya disuruh mencari kesimpulan dari 2 premis yang di terangkan. Terkadang kita menggunakan  Logika Matematika untuk menyelesaikannya. Namun, saya pernah sekali menemukan soal logika dalam TPA yang menurut saya bisa menggunakan Logika Matematika. Namun setelah saya cek kuncinya, ternyata salah!.   Ini soalnya:
      • Jika laut pasang, dermaga tenggelam.
      • Jika dermaga tenggelam, sebagian kapal tidak dapat merapat.
      Maka kesimpulannya adalah? Nah disini ada 2 jawaban yang menurut saya mungkin yaitu
      C. Jika laut tidak pasang, semua kapal dapat merapat
      D. Jika laut tidak pasang, sebagian kapal dapat merapat.
      Saya menjawab C, karena saya pikir itu adalah ingkaran dari kesimpulan “Jika laut pasang, sebagian kapal tidak dapat merapat”. Sehingga ingkarannya “Jika laut tidak pasang, semua kapal dapat merapat.

      Ternyata, ketika saya cek kunci jawabannya yang benar adalah D. Dan setelah saya pikir lagi dan tanpa mengikuti logika matematika, memang jawabannya adalah D.
      Jadi, saran saya untuk mengerjakan rumus Logika (Penarikan Rumus) ini adalah gunakan Diagram Venn. Udah tau kan diagram Venn bagaimana?? Pelajaran kelas 7 SMP lho.. 😛

      3. Tes Barisan

      Ini adalah tes yang paling saya suka dari semua TPA. Ya mencari angka selanjutnya dari suatu barisan!. Beberapa tipe tes barisan yang sering keluar:
      1. Barisan larik.
      Barisan ini terdiri dari larik-larik atau subderet yang memiliki pola konsisten untuk setiap suku pada masing-masing larik. Suku berikutnya bisa diperoleh dengan selalu mengoperasikan suku sebelumnya dengan bilangan yang sama, bisa dijumlahkan, dikurangi, dikalikan atau dibagi bilangan yang sama.
      Contoh: 1, 4, 2, 6, 3, 8, 4, 10, dst adalah barisan 2 larik.
      Terlihat barisan tersebut bisa kita pecah menjadi 2 subderet, atau 2 larik, yaitu:
      1, … ,2, … ,3,  … ,4, … , dst dengan pola perubahan selalu ditambah dengan 1.
      … ,4, … ,6, … ,8, … ,10, … , dst dengan pola perubahan selalu ditambah 2.
      2. Barisan bertingkat.
      Barisan bertingkat adalah salah satu jenis barisan Aritmetika khusus dimana beda atau selisih antar suku barisan sebenarnya tidak tetap. Akan tetapi selisih atau beda didapatkan dengan mencari pola pada barisan yang dibentuk dari beda atau selisih barisan di atasnya.
      Contoh:
      9, 12, 17, 24, 33, 44, dst
      Beda barisan tersebut adalah: +3, +5, +7, +9, +11, dst
      Nah ternyata beda pada barisan tersebut juga memiliki pola barisan lagi.
      Misal selisih-selisih barisan tersebut jadikan barisan baru, maka akan menjadi 3, 5, 7, 9, 11, dst. Jadi bedanya tetap adalah 2. Beda tetap ini didapatkan pada tingkat kedua. Jadi barisan tersebut dinamakan barisan aritmetika bertingkat 2.
      Secara simpel dan sederhana barisan bertingkat ini selisihnya juga ikut berubah dengan mengoperasikannya dengan sebuah bilangan tetap. Bisa selisihnya selalu bertambah, berkurang, atau dikalikan dengan sebuah bilangan tetap.
      Jadi barisan tersebut bedanya selalu bertambah 2, yaitu +3, menjadi +7, menjadi +9, dst.
      3. Barisan Fibonacci.
      Barisan ini adalah barisan yang nilai sukunya adalah jumlah dari dua suku sebelumnya. Suku pertama dan kedua adalah nilai awal untuk barisan Fibonacci.
      Contoh:
      1, 4, 5, 9, 14, 23, dst.
      Dimana,
      1+4=5
      4+5=9
      5+9=14
      9+14=23
      dst…
      4. Barisan Kombinasi.
      Barisan ini adalah kombinasi dari ketiga barisan yang telah disebut di atas.
      Oh iya, untuk diingat bahwa pola bilangan bisa berupa penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, akar, kuadrat, ataupun gabungan dari operasi bilangan tersebut.

      4. Tes Aritmatika

      Biasanya di dalam test ini disajikan soal-soal matematika dasar, yang terlihat rumit namun sebenarnya mudah untuk dikerjakan. Jangan takut dulu dengan perpangkatan, bilangan desimal, atau bukan bilangan bulat, kerjakan dulu pasti nanti baru nyadar bahwa soalnya ga terlalu rumit. Intinya untuk menghadapi tes ini perlu banyak latihan menghitung.

      5. Tes Analisis

      Soal-soal Analisis adalah soal yang sangat memakan waktu, jadi disarankan untuk mengerjakan tipe soal seperti ini belakangan saja. Di dalam soal ini biasanya kita diminta untuk mengurutkan tempat duduk beberapa orang, atau menentukan peluang diterima beberapa orang dalam suatu interview pekerjaan. Beberapa tipe soal tes Analisis yang sering keluar:
      1. Urutan
      Tipe soal tentang urutan ini ada dua jenis yaitu mengurutkan sebuah permasalahan berdasarkan kualitas maupun kuantitas.
      Urutan Kualitas
      Secara umum, penyelesaian soal tipe urutan kualitas ini adalah dengan membuat kemungkinan-kemungkinan dari soal dan memberikan tanda >, <, atau = pada kualitas masalah yang dibicarakan. Sementara untuk soal tipe urutan kuantitas terbilang cukup jelas dalam melihat urutannya dengan menentukan dulu nilai pada tiap-tiap masalah yang diberikan.
      Contoh:
      A lebih tinggi dari D
      D tidak lebih tinggi dari C
      C lebih rendah dari B
      Sehingga penyelesaiannya adalah A>D, D<C dan C<B.
      Maka kita bisa menyatukan ketiganya yaitu:
      A>B
      C>D
      B>C
      menjadi, A>B>C>D
      Selesai.
      Urutan Kuantitas
      Untuk tipe soal mengurutkan kuantitas bisa dibilang lebih mudah, karena kita harus menentukan dulu besar nilai dari masing-masing komponen masalah yang diberikan pada soal. Lalu kita urutkan berdasarkan nilai-nilai tersebut.
      Contoh: 
      Pada sebuah pertandingan sepakbola, empat tim A, B, C dan D bertemu sekali. Tiap menang dapat nilai +3, seri +1 dan kalah 0.
      Jika B seri dua kali, C menang sekali dan D selalu kalah, maka urutan tim dari nilai terbaik adalah:
      Tim (M, S, K)
      A (2, 1, 0). Poin A = 2(3)+1(1)+0(0) = 6+1+0 = 7
      B (1, 2, 0). Poin B = 1(3)+2(1)+0(0) = 3+2+0 = 5
      C (1, 1, 1). Poin C = 1(3)+1(1)+1(0) = 3+1+0 = 4
      D (0, 0, 3). Poin D = 0(3)+0(1)+3(0) = 0+0+0 = 0
      Jadi A>B>C>D.
      Selesai.
      2. Kombinatorik.
      Untuk tipe soal kombinatorik sangat berkaitan dengan peluang dan frekuensi kemungkinan.
      Tipe soal ini biasanya menyediakan masalah berupa penyusunan jadwal, kemungkinan cara berpakaian, kemungkinan posisi duduk, dan kemungkinan-kemungkinan lain yang bisa dikerjakan dengan membuat tabel penyelesaian. Lalu meletakkan masing-masing komponen soal pada tempat yang sesuai dengan yang disyaratkan soal.
      3. Implikasi, hubungan antar syarat.
      Tipe soal ini masih berkaitan dengan kombinatorik dan probabilitas, namun lebih jelas penyelesaiannya menggunakan aturan implikasi. Persyaratan jika maka ini sangat jelas terlihat pada soal.
      Contoh:
      Tiga orang datang ke kantin yang tersedia makanan bakso, soto dan bakmi.
      Jika A makan bakso maka B makan mi.
      B tidak makan bakso dan soto.
      dst….
      Cara menyelesaikannya secara mudah lihat dulu pada jawaban yang tidak mungkin. Coret! Dan pilihlah jawaban yang sesuai dengan syarat yang diberikan soal.

      6. Tes Spasial

      Jangan heran anda akan muter-muter kepala karena mengerjakan tes Spasial ini. Biasanya dalam tes Spasial ini, kita diminta untuk mencari satu gambar yang berbeda dengan gambar lainnya. Berikut ini tips mengerjakan Tes Spasial (dari aimprof08.wordpress.com)
      1. Pada tes mengelompokkan bentuk, Anda harus mencari gambar yang beda polanya meski semua gambar terlihat mirip. Anda dapat mencoba memutar gambar tersebut searah jarum jam atau berlawanan. Jika menemukan gambar yang tidak sesuai dengan percobaan yang Anda lakukan, maka gambar tersebut bukan mengikuti kelompok gambar.
      2. Pada tes menyusun bentuk, Anda harus berusaha untuk membayangkan jaring-jaring bangun datar yang disediakan pada soal bila dibentuk menjadi bangun ruang. Hal yang perlu Anda cermati adalah ketepatan dalam memvisualisasikan bentuk gambar dalam bentuk bangun ruang.
      3. Pada tes bayangan cermin, Anda dapat menganalisa kira-kira bayanngan yang terbentuk jika gambar pada soal Anda cerminkan Anda dapat membayangkan bayangan benda yang terbentuk seperti halnya ketika Anda ada di depan cermin.
      4. Pada tes gambar umum, banyak hal yang dapat dilakukan. Pada tes ini, Anda harus mencermati dulu perintah soal. Jika soal menghendaki Anda untuk mencari sebuah gambar berdasarkan pola yang terbentuk maka Anda haurs menentukan pola gambar yang ada. Jika diminta untuk mencari bangun paling belakang dari susunan beberapa bangun, maka Anda dapat menguraikannya satu per satu. Cara menguraikannya dapat dilakukan dengan menggambarkannya dikertas coretan, atau menentukan secara analitas gambar yang disusun.
      Nah demikian beberapa tips mengerjakan soal TPA sesuai dengan Tes yang disajikan. Semoga bermanfaat bagi yang ingin mengikuti tes SBMPTN, CPNS, LIPI dll. Doakan saya sehat selalu dan bisa masuk PTN ya!!

      5cm MAHAMERU , Gunung tertinggi di jawa..

       By : Lia Nur Hidayah
      Seperti diketahui, Mahameru adalah puncak dari Gunung Semeru,  gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa yang bearada di antara Kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur. Dengan ketinggian 3.676 m dpl (di atas permukaan laut), Puncak Mahameru mendapat julukan Langit Pulau Jawa. Gunung berapi tersebut hingga saat ini masih aktif dan menjadi lokasi pendakian favorit bagi para pecinta alam. Tapi bagaimana jadinya jika ada sebuah rumah produksi yang membuat film di lokasi tersebut? tentunya kata luar biasa wajib terlontar dari mulut kita melihat sulitnya medan yang akan mereka tempuh. Soraya Intercine Films lewat film 5 Cm akhirnya mencatatkan diri sebagai layar lebar pertama yang melakukan syuting di Mahameru.

      Film 5 Cm mengisahkan tentang lima orang sahabat yang sudah menjalin pertemenan selama belasan tahun bernama Genta (Fedi Nuril), Arial (Denny Sumargo), Zafran (Herjunot Ali), Riani (Raline Shah) dan Ian (Igor Saykoji). Pada suatu hari mereka berlima merasa 'jenuh' dengan jalinan persahabatan mereka dan akhirnya memutuskan berpisah untuk sementara waktu. Kelimanya tidak saling berkomunikasi satu sama lain selama tiga bulan lamanya.

      Selama tiga bulan itu, mereka saling berbenah diri dan fokus untuk menggapai visi serta misi masing-masing meskipun kerinduan selalu menghiasi kehidupan Genta, Arial, Zafran, Riani serta Ian. Setelah tiga bulan berlalu, mereka berlimapun bertemu kembali dan merayakan pertemuan dengan sebuah perjalanan penuh impian dan tantangan.

      Tidak tanggung-tanggung, Genta mengajak teman-temannya ke puncak tertinggi Jawa yaitu Mahameru, puncak dari gunung Semeru. Bagi Genta, perjalanan tersebut akan sangat berkesan dan tidak bisa terlupakan seumur hidup oleh teman-teman dekatnya. Tentunya pendakian tersebut tidaklah mudah lantaran minimnya pengalaman mereka dan beratnya medan yang harus dihadapi.

      5 Cm adalah film hasil adaptasi novel laris karya Donny Dhirgantoro, yang sampai bulan Desember 2012 telah memasuki cetakan ke 25. Kisah 5 Cm terinspirasi dari kisah nyata dimana setiap tanggal 17 Agustus di sebagian besar puncak gunung di Indonesia sering diadakan upacara bendera untuk memperingati hari kemerdekaan. Sesuai dengan novelnya, proses syuting film ini juga dilakukan di lokasi yang sama yaitu Mahameru.

      Cerita di film ini sangatlah lengkap, mulai dari drama romantis hingga komedi tersedia di 5 Cm. Layaknya sebuah menu masakan, penonton dijamin tidak akan pernah sedetik pun merasa bosan dengan mencicipi setiap adegan dan visual yang ditampilkan di layar bioskop. Karakter Zafran dan Ian sangatlah menghibur, dimana mereka selalu memberikan lelucon-lelucon segar yang dapat memancing tawa penonton.

      Rizal Mantovani selaku sutradara film 5 Cm patut diberikan apresiasi lantaran berhasil mengarahkan para pemainnya dengan maksimal sekaligus merekam semua keindahan yang ada di gunung Semeru. Selain terhibur dengan ceritanya, penonton juga akan dibuat kagum dengan pesona keindahan gunung Semeru. Film 5 Cm diyakini mampu membuat para penontonnya semakin mencintai Indonesia.

      Secara keseluruhan, film 5 Cm sangatlah layak untuk ditonton karena memiliki banyak pesan positif yang terkandung didalamnya yaitu mengenai keteguhan hati untuk menggapai impian. Perlu diketahui, para pemain di film ini yaitu Fedi Nuril, Denny Sumargo, Herjunot Ali, Raline Shah dan Igor Saykoji, benar-benar mendaki hingga puncak Semeru demi film ini dan tetap mampu memperlihatkan kualitas akting terbaik mereka.

      Soundtrack di film 5 Cm juga dinilai sangat apik menghiasi tiap adegannya. Musik yang terkandung dalam film 5 Cm diisi oleh salah satu grup band papan atas Indonesia yaitu Nidji, dimana mereka menyumbangkan 4 lagu ke layar lebar tersebut berjudul 'Di Atas Awan', 'Rahasia hati', 'Tak Akan Pernah Mati'.


       Pesan Persaahabatan :) :
      Persahabatan, cinta, impian, nasionalisme, itulah yang dapat dipetik pelajaran dari sebuah film dari Rizal Mantovani berjudul “5 cm”, yang disadur langsung dari novel karya Donny Dhirgantoro. Dalam kehidupan kita, seorang teman, sahabat merupakan bagian terpenting yang mewarnai perjuangan hidup ini. Semua orang, saya rasa tahu tentang arti persahabatan itu, waloupun tak semua merasakannya. Para pendahulu kita, orang tua misalnya, punya segudang cerita dan kenangan terkait hal yang satu ini. Dan bagaimana mereka menjadi lebih hidup, lebih bersemangat, karena orang-orang yang dicintai selalu saling mendukung, memberi motivasi dalam perjalanan hidup ini...

      Mungkin semua pengalaman tersebut dapat terwakili dalam kisah lima sahabat dalam film “5 cm”. Film ini bercerita tentang persahabatan 5 mahasiswa yang tetap awet sampai 10 tahun. Mereka antara lain Genta (Fedi Nuril), seorang jenius yang selalu membuat terobosan dlm mimpim-mimpinya, Ariel (Denny Sumargo), sahabat paling kekar yang tidak pernah ketinggalan “kecap”nya disetiap menu makanan, Riani (Raline syah), satu-satunya cewek dalam persahabatan ini, cantik, cerdas dan mimiliki kebiasaan “membajak” kuah mie temannya, Ian (Igor Saykoji), si gendut yang hobi banget maen game, makan mie, inilah yang membuat ia ketinggalan menyelesaikan kuliahnya, dan Zafran (Herjunot Ali)yang mengaku paling keren, seorang seniman yang gila dengan puisi dan syairnya. Yang menarik, usaha kerasnya mendekati cewek, Adinda (Pevita pearce) sebagai adek Ariel.

      Genta sebagai leader memiliki ide untuk berpisah sementara selama 3 bulan, dan untuk merayakan reoninan pertemuan mereka kembali, petualangan dimulai. Mahameru sebagai puncak tertinggi gunung Semeru, puncak tertinggi pulau Jawa, menjadi tempat yang akan tak terlupakan sebagai petualangan mereka. Disinilah sebenarnya inti cerita film ini, yaitu persahabatan, cinta, mimpi dan Nasionalisme.

      Semuanya terwakili dalam statment motivasi sebelum mereka memulai pendakian,

      “kita perlu kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya (Genta), mata yang akan menatap lebih lama daripada biasanya (Ian), leher yang akan lebih sering melihat ke atas (Ariel), lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja (Riani), hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya (Zafran), serta mulut ayang akan selalu berdoa (Adinda).”

      Ungkapan tersebut, dalam tackline lain diperkuat dengan,

      “Setelah doa, maka disiplin yang akan membuat kita selamat”.

      Wujud sikap persahabatan meraka semakin terasa dalam setiap detik pendakian menuju Mahameru. Beratnya medan dan minimnya pengalaman mereka, sangat membutuhkan sikap yang sebenarnya dari sebuah persahabatan. Mereka dituntut untuk tidak gengsi jika tak kuat melangkah lagi, dan sahabat yang lainnya akan mendekat, menolong, memeluk, seperti ketika Ariel merasa kedinginan yang hebat bagai tertusuk jarum. Seperti ketika Zafran kakinya terluka, semua terluka, Ian yang hampir mati terkena benturan runtuhan batu, semua terluka dan hampir putus asa.

      Genta menyerahkan estafet leader kepada Zafran, untuk mencapai Mahameru. Dan Zafran mulai berorasi motivasi semangat dan puitis, “taruh puncak itu, dan kita semua di sini”, biarkan mimpi itu menggantung, sambil meletak jari telunjuk di depan kening dengan jarak 5 cm. Mimpi mencapai Mahameru semakin dekat, dan luar biasa bahagianya mencapai puncak gunung Semeru, Mahameru. Mencapai puncak sebagai simbol impian-impian mereka. Puncak dimana mereka sadar akan kekayaan negeri, Indonesia, dan memacu untuk menjaga dengan segenap kemampuan yang dimiliki. Puncak dimana mereka terkesima melihat “lukisan alam”, mereka merasa kecil dan bersyukur oleh ciptaan sang Pencipta yang Agung.

      Tepat tanggal 17 Agustus, seperti di sebagian besar puncak gunung di Indonesia sering diadakan upacara bendera untuk memperingati hari kemerdekaan, mereka berikrar dan bersumpah sebagai anak negeri dan bangsa Indonesia. Sebagaimana ikrar semangat nasionalisme ala Ian;

      “Saya Ian, saya bangga bisa berada di sini bersama kalian semua... Saya akan mencintai tanah ini seumur hidup saya,... saya akan menjaganya dengan apapun yang saya punya, saya akan menjaga kehormatannya seperti saya menjaga diri saya sendiri... Seperti saya akan selalu menjaga mimpi-mimpi saya terus hidup bersama tanah air tercinta ini...... ...yang berani nyela' Indonesia... ribut sama gue..!”

      Mereka sadar bahwa mereka lahir dan besar makan dari tanah Indonesia, minum dari air Indonesia, hidup dari kekayaan alam Indonesia. Hingga akhirnya, Ian sadar dan membatalkan rencananya ingin meneruskan studi di Manchester, England dan memutuskan melanjutkan hidup bersama Indoensia.

      Dan sebenarnya, “perjalanan menuju Mahameru adalah perjalanan hati”, keyakinan yang kuat dan memandu menapaki hidup yang indah ini.

      Refleksi

      Ditengah derasnya produksi film horor-esekesek di industri perfileman Indonesia, seperti film-film yang bertema nasionalisme, sejarah dan kearifan lokal,“5 cm” juga ikut andil dalam membasmi sisa-sisa kejayaan film-film horor indonesia dan kemegahan film-film Barat. Syuting yang dilakukan di ketinggian 3.676 m dpl (di atas permukaan laut), di puncak yang mendapat julukan Langit Pulau Jawa, adalah pertama kali dalam film Indoensia. Dan yang jelas, film adalah salah satu film bertama nasionalisme lain yang akan menambah rasa cinta pada negeri ini.

      Unsur drama cinta segi empat oleh Genta, Riani, Zafran, Adinda dan unsur comedy membuat cerita film ini romantis dan menghibur, meledakkan tawa penonton. Cinta yang bersemi antar sahabat itu, berhasil membuat penasaran dan memunculkan ending yang tak terduga. Hal yang membuat lucu adalah gabungan unsur romantic-comedic, seperti strategi-strategi Juplek atau Zafran dalam mendapatkan cinta adinda, tapi malah ditanggapi kaku dan lugu. Hingga munculnya Happy Salma, yang semula ada pada poster dan khayalan-khayalan Ian, menjadi kenyataan di akhir cerita, ini sangat membuat geli (memang akhir-akhir ini Happy Salam sering menjadi bintang tamu dalam film-film bagus Indonesia).

      Dan saya memahami, itu merupakan jawaban tentang benar tidaknya mitos. Dimana di lereng yang disebut “tanjakan cinta”, orang yang ketika mendaki terus memikirkan orang yang dicintai, maka akan menjadi jodoh. Itu mitosnya, bisa benar bisa salah. Jawaban itu dikemas ketika Juplek memang tidak berjodoh dengan adinda, dan malah si gendut Ian yang terwujud mimpinya menikahi Happy Salma, punya anak lagi,, aduh,, sekali lagi geli.

      Tapi itulah comedy-nya, dari awal cerita unsur ini memang bigitu lekat. Dari kebiasan masing-masing sahabat, perjuangan Ian menyelesaikan skripsi, hingga adekan paling tegang pun akhirnya menjadi comedyc. Uh,,, sang sutradara memang begitu cerdas membawa emasi para penontonnya.

      Saya sendiri merefleksikan diri sebagai salah satu 5 sahabat tersebut, seperti dalam kehidupan nyata. Dimana saya merasa selalu jadi Ian yang banyak membutuhkan uluran tangan sahabat lainnya. Banyak membutuhkan semangat, karena ketidak percayaan diri. Memang benar, sahabat itu bagai satu jiwa, satu badan. Jika satu sakit, sakit semua, satu jatuh, jatuh semua.

      Tentang kepercayaan diri, ini yang sebenarnya menjadi ruh dalam mencapai mimpi. Dengan menyatukan semua indra ditambah doa dan kedisiplinan, selanjut terserah Tuhan. Maka mimpi itu semakin dekat.

      Donny memang luar bisa sebagai pencipta cerita, begitu juga Rizal yang sukses mengarahkan para pemain. Tapi yang menjadi catatan di sini, film yang mirip dengan road-movie ini, jika kita membaca novelnya terlebih dahulu, maka akan merasa terputus-putus ceritanya. Dan akan kecewa dengan kurang lamanya perjuangan pendakian. Terkesan ingin cepat sampai. Maka saya sarannya tonton filmnya dulu, jika memang hobi nonton dan suka membaca novel.

      Secara keseluruhan, patut diacungi dua jempol karya Rizal Mantovani ini..

      Membentuk Karier Sejak Dini

      Banyak orang beranggapan kalau kita berhasil masuk UI, masa depan sudah terjamin dan pasti gampang diterima kerja di mana pun. Namun, t...